Oleh : Yanyan Berlian
Pendidik Generasi Khoiru Ummah, Member AMK

Ingatkah kita peristiwa apa saja yang berhubungan dengan bulan Rajab?

Sebagian besar dari kita mengingat di bulan Rajab itu hanya ada peristiwa Isra Mikrajnya Nabi Muhammad saw.

Padahal, ada lagi peristiwa di bulan Rajab yang semua dari kita tak boleh melupakannya. Peristiwa dimana sebuah institusi penerap syariah kafah telah diruntuhkan oleh seorang agen Yahudi bernama Mustafa Kamal Ataturk laknatullah 'alaih, pada tanggal 27 Rajab 1342, bertepatan dengan tanggal 3 Maret 1924.

Sejak saat itulah, negeri kaum muslim dipecah-pecah menjadi lebih dari 50 negara. Disekat-sekat dengan ikatan nasionalisme.

Umat muslim bagai buih di lautan, banyak tapi tak punya kekuatan. Di saat umat muslim di belahan bumi sana mengalami penganiayaan, penindasan, pembunuhan, hingga pemusnahan, seperti etnis Rohingya di Myanmar, etnis Uighur di Xinjiang Cina, etnis Moro di Filipina, etnis Pattani di Thailand, etnis Kashmir di India, kaum muslim di Palestina, kaum muslim di Suriah, dan negeri lainnya. Tidak ada yang membela mereka. Tidak ada yang melindungi mereka. Ibarat anak ayam kehilangan induk. Miris.

Kemunduran umat Islam hari ini di segala aspek kehidupan, yang berdampak pada munculnya berbagai kerusakan, bukanlah karena ajaran Islam, tetapi justru karena umat telah melepaskan diri dari ajaran Islam.

Umat Islam wajib berjuang menegakkan kembali ajaran Islam, di antaranya menegakkan kembali institusi penerap syariah Islam kafah (khilafah) sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah saw., lalu dilanjutkan oleh Khulafaur Rasyidin dan para Khalifah setelah mereka.

Banyak catatan sejarah yang menunjukkan dunia menaruh harapan dan bantuan pada khilafah. Misalnya, bangsa Irlandia pernah mendapatkan bantuan saat tertimpa Great Hunger pada tahun 1845-1852 M, yang menewaskan lebih dari sejuta warga Irlandia. Kala itu Sultan Ottoman Turki Abdul Majid I mengirimkan bantuan sebesar 10.000 sterling dan tiga kapal penuh bahan makanan demi membantu para petani Irlandia. Padahal, Ratu Victoria hanya meminta Sultan untuk mengirimkan 1.000 sterling saja.

Khilafah Utsmaniyah juga pernah menyelamatkan 1500 bangsa Yahudi dari pembantaian umat Kristiani Spanyol dalam peristiwa inkuisisi pada Juli 1492. Saat itu Sultan Bayezid II mengirimkan angkatan laut dari negeri Ottoman di bawah komando Laksamana Kemal Reis ke Spanyol untuk mengevakuasi mereka dengan selamat ke Tanah Ottoman (sekarang Turki).

Itu hanya secuil kisah kepemimpinan khilafah Islam yang mengayomi dunia, muslim maupun nonmuslim.

Begitu indahnya Islam bila diterapkan secara kafah dalam wadah khilafah. Islam pernah berjaya selama kurang lebih 13 abad lamanya dan pernah menguasai hampai 2/3 bagian dunia. Bukan hanya umat muslim yang sejahtera, bahkan nonmuslim pun ikut sejahtera. Sebab, Islam membawa rahmat bagi sekalian alam. Islam rahmatan lil 'alamin.

Kita telah hidup selama hampir seabad tanpa khilafah, adakah dari kita yang merindukannya?

Wallahu a'lam bishshawab.
 
Top