By : Mila Sari, S.Th.I 
Kontributor Media, Pegiat Opini, Pendidik Generasi dan Member Akademi Menulis Kreatif 

Sudah lumrahnya setiap rabu malam, Member Akademi Menulis Kreatif (AMK) selalu menantikan materi kuliah WhatsApp yang akan selalu diberikan oleh cikgu Apu Indragiri. Demikian pun malam ini (Rabu, 18/03/20), para member group siap untuk menyimak kulwa sebagai amunisi dan bekal seorang penulis. Sesuai dengan tujuan group kepenulisan ini, setiap materi kepenulisan bertujuan agar semua member group dapat melahirkan karya-karya mereka hingga akhirnya menjadi sebuah buku bahkan beberapa buah buku. Ya, tujuan dari ini semua adalah menciptakan para penulis yang siap untuk membela Islam dan membangkitkan pemikiran kaum muslimin lewat goresan-goresan tinta mereka.

Di tengah maraknya isu tentang mewabahnya virus corona yang mengguncang dunia internasional saat ini, termasuk Indonesia yang korbannya semakin meningkat, materi kuliah WhatsApp kepenulisan tetap berjalan. Seperti biasa, cikgu selalu menanyai kabar dan mendo'akan semua Member dan para mentor dengan do'a-do'a kebaikan sebelum memulai kulwa. Hal inilah yang menambah semangat para member untuk mengikuti dan menyimak kulwa, yaitu do'a tulus dan harapan-harapan terbaik cikgu bagi semua member group kepenulisan ini.

Adapun materi dan tema kuliah WhatsApp malam ini adalah _Epidemi Menulis_. Satu hal yang pasti, bahwa selalu ada hikmah dan pelajaran yang diambil dari setiap peristiwa yang terjadi termasuk musibah sekalipun. Karena begitulah sejatinya sifat seorang muslim, senantiasa bersyukur ketika mendapatkan kebaikan dan bersabar bila ditimpa musibah.

Kita mengetahui bahwa virus Covid-19 ini muncul di akhir 2019. Mungkin juga sudah ada sebelum itu, tapi info yang sampai ke kita seperti itu. Dari wuhan kemudian nyebar ke segala penjuru. Penyebaran penyakit secepat kilat inilah disebut epidemi. Tapi karena mutasinya sudah ke berbagai benua termasuk indonesia jadilah *pandemi*.

Kunci sukses jadi penulis adalah saat kita menguasai tiga materi dasar kepenulisan, salah satunya itu _mindmapping_. Materi ini dapat kira temukan dalam buku Quantum Learning. Bila kita menguasainya, maka ide kepenulisan tidak akan pernah habis-habisnya terlintas dipikirkan kita bahkan tak ada yang dapat menghentikan hal itu. Layaknya seperti virus yang menyebar dengan begitu cepat, ide ini pun begitu, tak dapat berhenti dalam pikiran kita.

Ide itulah yang memaksa kita untuk akhirnya berkarya, menuntut untuk dikeluarkan dalam bentuk tulisan. Menulis apapun tentang yang kita fikirkan hingga akhirnya terhimpun dalam sebuah buku. Atau bahkan bila sudah mahir, menjadi kebiasaan dan kebutuhan. Seorang penulis tak pernah berhenti dari aktifitasnya menjadi seorang penulis. Akan selalu ada ide yang ingin ia jadikan tulisan sesuai dengan masing-masing brand yang sudah dimilikinya. Karena seorang penulis tak akan pernah mencukupkan diri dan berhenti menulis, apalagi terbersit visi ingin membangkitkan pemikiran ummat.

Sehingga pada akhirnya seorang penulis bukan hanya bekerja dibelakang layar saja. Dia tidak akan selamanya bergelut dengan meja kerja atau media tulisnya saja. Pembaca butuh sesuatu yang lain yang akan dapat lebih memuaskan mereka setelah membaca karyanya, yaitu sharing tentang apa yang telah ia goreskan dalam mengukir karyanya itu. Seorang penulis akan berbagi ilmu secara langsung sesuai kebutuhan para pembacanya. Ia akan berbicara di depan mereka sebagai motivator yang mengalirkan energi-energi positif yang akan membangkitkan pemikiran ummat sesuai dengan apa yang sudah ditargetkannya di awal.

Inilah epidemi menulis yang tak ingin ditemukan vaksin pencegahannya oleh seseorang yang memiliki bakat, minat, tekad dan cita-cita untuk menjadi seorang penulis. Yang akan menjadikannya seorang penulis yang berkualitas serta bermanfaat bagi Islam, kaum muslimin dan peradaban yang gemilang.

Wallahu a'lam bishshawab
 
Top