Oleh: Ani Ghaziyah
(Penulis) 

Terbangun aku dari tidur panjang,  tak terasa sembab tlah menghiasi mata. Tersentak ku mengingat masa yang slalu dihiasi tawa, kini tlah hanyut bersama derai air yang tak mampu ku bendung arusnya.

Bersama sakit ini, ingin kuakhiri semua yang tlah menyesakkan hati. Walau bintang tak pernah berpihak pada malam, tinggallah malam berteman sunyi dengan kegelapan. Buta mata tak mampu lagi melihat jalan, kini tinggallah sepi menghiasi hari, tertatih langkah mengejar kasih Ilahi.

Tuhan...inikah cobaan,  ah tidak,, aku terlalu pelik dan tidak bersyukur, kenapa hati sulit ber-iya dengan kenyataan, takdir bersahabatlah denganku, aku rindu tawa yang dulu lepas, rindu semangat yg tak pernah pudar, rindu perjuangan yang tak kenal lelah, rindu semuanya yang slalu membuat hati tertanam bahagia.

kehilangan hampir membuatku patah, hanyut dalam kesendirian, terlena dalam khayalan, terpuruk bersama kesedihan, hampir nyawa tak lagi dibadan, ibu tetaplah tenang di Alam sana, Tuhan tak benar-benar memisahkan kita. Akan tiba masa berpihak pada hati yg senantiasa menghamba pada Tuhannya.

Air Pacah, 18 Februari 2020
 
Top